img

Kapan Monev Pelatihan Dilakukan? Ternyata Berjalan Beriringan

Pelatihan tidak hanya perlu dipersiapkan dan dilaksanakan. Sepanjang prosesnya, pelatihan juga perlu dipantau dan dievaluasi. Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan untuk memastikan pelatihan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sekaligus memberikan gambaran mengenai hasil dan dampaknya.

Yang menarik, monev tidak dilakukan hanya pada satu waktu. Monev berjalan beriringan dengan tahapan pelatihan, mulai dari persiapan, penyelenggaraan, evaluasi, hingga pasca pelatihan. Cara pemantauannya pun dapat disesuaikan dengan metode pelatihan yang digunakan.


Monev Berdasarkan Waktu Pelaksanaan

Berdasarkan waktunya, monev pelatihan dapat dilakukan dalam empat tahap.

1. Persiapan

Monev persiapan dilakukan sekitar 1–2 hari sebelum pelatihan dimulai. Pada tahap ini, berbagai kebutuhan pelatihan dipastikan telah siap, mulai dari rencana kegiatan, peserta, sarana, hingga kebutuhan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan.

Jika ada kendala yang ditemukan, masih ada kesempatan untuk segera menindaklanjutinya sebelum pelatihan dimulai.

2. Penyelenggaraan

Ketika pelatihan berlangsung, monev dilakukan dengan memperhatikan berbagai hal yang terjadi selama proses penyelenggaraan.

Hal yang dipantau antara lain proses belajar-mengajar, aktivitas peserta, penggunaan sarana, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan.

3. Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada akhir pelatihan untuk melihat pelaksanaan secara keseluruhan.

Hal yang diperhatikan mencakup faktor masukan, proses, hingga keluaran pelatihan. Dari sini dapat diperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pelatihan serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan berikutnya.

4. Pasca Pelatihan

Monev tidak berhenti pada akhir kegiatan. Pasca pelatihan, monev dilakukan sekitar 3 bulan sampai 1 tahun setelah pelatihan.

Pada tahap ini, perhatian diarahkan pada dampak pelatihan terhadap kinerja alumni serta penerapan hasil pelatihan di tempat kerja.

Dengan demikian, setelah peserta kembali ke lingkungan kerjanya, penerapan hasil pelatihan masih menjadi bagian yang perlu dilihat.


Monev Berdasarkan Metode Pelatihan

Selain waktu pelaksanaan, monev juga perlu memperhatikan metode pelatihan yang digunakan. Cara memantau pelatihan klasikal tentu berbeda dengan pelatihan daring.

1. Pelatihan Klasikal

Pada pelatihan klasikal, monitoring dilakukan dengan datang langsung ke lokasi pelatihan.

Dengan cara ini, proses pembelajaran dapat diamati secara langsung di dalam kelas, termasuk aktivitas peserta dan kondisi pelaksanaan pelatihan.

2. Pelatihan Daring

Pada pelatihan daring, monitoring dilakukan dengan memantau aktivitas pembelajaran melalui platform yang digunakan.

Jika menggunakan LMS, aktivitas peserta dapat dipantau melalui sistem tersebut. Sementara itu, jika pembelajaran dilaksanakan melalui webinar, pemantauan dapat dilakukan melalui aplikasi webinar yang digunakan oleh penyelenggara.


Penutup

Monitoring dan evaluasi berjalan beriringan dengan setiap tahapan pelatihan. Pelaksanaannya dimulai dari persiapan, dilanjutkan selama penyelenggaraan, dilakukan kembali pada akhir pelatihan, dan diteruskan pada tahap pasca pelatihan untuk melihat hasil serta dampaknya.

Cara melakukan monev juga menyesuaikan dengan metode pelatihan. Pada pelatihan klasikal, monitoring dilakukan secara langsung di lokasi, sedangkan pada pelatihan daring, aktivitas pembelajaran dapat dipantau melalui LMS atau aplikasi webinar.

Dengan demikian, monev membantu melihat pelatihan secara lebih utuh, mulai dari kesiapan, proses, hasil, hingga penerapan hasil pelatihan di tempat kerja.